"Kemarin adalah pembayaran yang dibatalkan, besok adalah pinjaman yang dijanjikan, hari ini adalah uang yang kita punya, Oleh karena itu pergunakanlah dengan sebaik-baiknya"
"Disebuah taman cina" adalah sebuah cerita tentang seorang pasien bernama Marguerite yang telah mengubah hidup Dr. Frederic Loomis, seorang ahli Obstetri dan Ginekologi di cina. Wanita muda tersebut telah kehilangan bayinya dan pada saat itu Dr. Loomis selalu bersamanya untuk memberi dukungan.
Setelah keluar dari rumah sakit, Marguerite menulis surat kepada Dr.loomis. Wanita tersebut ingat wajah Dr. loomis yang memancarkan kelelahan. Oleh karena itu ia ingin menyampaikan suatu pesan yang dia lihat di sebuah taman. Pesan tersebut sangat berarti baginya, dan ia berharap Dr. loomis dapat merasakannya juga. "Nikmati hidupmu, belum terlambat seperti perkiraanmu."
Dalam suratnya, wanita tersebut menganjurkan Dr, loomis untuk mengambil cuti besar selama tiga bulan dari rumah sakit. Lalu Dr. Loomis menunjukan surat tersebut kepada temannya yang seketika itu juga setuju untuk berlibur ke Afrika Selatan bersama-sama.
Di Afrika Selatan, mereka bertemu seorang yang terpandang dan bercerita tentang surat tersebut. Keesokan harinya, pria ini berkata kepada Dr. Loomis bahwa ia memutuskan untuk mengajak keluarganya berlibur dalam jangka waktu yang lama.
Ia berkata " Pesan ini terlahir karena seseorang pernah mengalami sesuatu hinga ia menuliskannya di sebuah taman di cina."
Bertahun-tahun kemudian, tanpa menghitung berapa orang yang telah menanggapi cerita Dr, loomis tersebut, tanpa melihat apa saja yang mereka lakukan untuk lebih menikmati hidup. Sekarang mungkin pesan di Tembok di Cina tersebut untuk Anda " Nikmati Hidupmu Belum Terlambat Seperti Perkiraanmu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar