" Dalam hal pekerjaan, masalah harus dilihat sebagai kesempatan"
Selama bertahun-tahun,jawatan kereta api memimpikan untuk membangun rel melalui gunung Andes, dan juga di sepanjang sungi Rimac. Para insinyur dari seluruh dunia didatangkan untuk merancangnya, tetapi mereka semua menyimpulkan bahwa proyek tersebut mustahil dilaksanakan. Lalu, sebagai jalan terakhir, mereka memanggil seorang insinyur dari polandia bernama Malinowski.
Reputasi Malinowski tidak diragukan lagi, tetapi pada saat itu usianya 60 tahun tak seorang pun akan memberikan tanggung jawab tersebut kepadanya. Meskipun demikian, Malinowski yakin pekerjaan tersebut akan berhasil jika wakil-wakil dari berbagai negara dapat ikut terlibat didalamnya. kemudian ia pun mulai dipekerjakan untuk membangun rel kereta api yang tertinggi didunia.
Membuat kontruksi rel merupakan tantangan geografi dan politik yang harus dihadapi.Proyek tersebut membutuhkan 62 terowongn dan 30 jenbatan. 1 terowonfgan panjangnya 4.000 kaki dan diantaranya berketinggian 15.000 kaki diatas laut. Ada dua peristiwa, revolusi yang terjadi pada satu atau dua negara, yang menyebabkan terhambatnya pekerjaan kontruksi tersebut. Pernah Malinowski harus melarikan diri dari peru dan mengawasi jalannya proyek dari balik penjara. Tetapi tidak ada yang menyurutkan langkahnya untuk membangun rel kereta api yang dianggap sebagai keajaiban dunia ketika selesai tahun 1880.
Masalah apa yang kamu jadikan alasan hari ini? Ubahlah sudut pandang anda. Kesempatan apa yang dapat diperoleh ditengah-tengah persoalan Anda? Ayo bangun dan bekerja! Itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang berpikir selalu diatas.
Alquranku
Selasa, 26 Oktober 2010
Spirit Of Success Part 1
"Kemarin adalah pembayaran yang dibatalkan, besok adalah pinjaman yang dijanjikan, hari ini adalah uang yang kita punya, Oleh karena itu pergunakanlah dengan sebaik-baiknya"
"Disebuah taman cina" adalah sebuah cerita tentang seorang pasien bernama Marguerite yang telah mengubah hidup Dr. Frederic Loomis, seorang ahli Obstetri dan Ginekologi di cina. Wanita muda tersebut telah kehilangan bayinya dan pada saat itu Dr. Loomis selalu bersamanya untuk memberi dukungan.
Setelah keluar dari rumah sakit, Marguerite menulis surat kepada Dr.loomis. Wanita tersebut ingat wajah Dr. loomis yang memancarkan kelelahan. Oleh karena itu ia ingin menyampaikan suatu pesan yang dia lihat di sebuah taman. Pesan tersebut sangat berarti baginya, dan ia berharap Dr. loomis dapat merasakannya juga. "Nikmati hidupmu, belum terlambat seperti perkiraanmu."
Dalam suratnya, wanita tersebut menganjurkan Dr, loomis untuk mengambil cuti besar selama tiga bulan dari rumah sakit. Lalu Dr. Loomis menunjukan surat tersebut kepada temannya yang seketika itu juga setuju untuk berlibur ke Afrika Selatan bersama-sama.
Di Afrika Selatan, mereka bertemu seorang yang terpandang dan bercerita tentang surat tersebut. Keesokan harinya, pria ini berkata kepada Dr. Loomis bahwa ia memutuskan untuk mengajak keluarganya berlibur dalam jangka waktu yang lama.
Ia berkata " Pesan ini terlahir karena seseorang pernah mengalami sesuatu hinga ia menuliskannya di sebuah taman di cina."
Bertahun-tahun kemudian, tanpa menghitung berapa orang yang telah menanggapi cerita Dr, loomis tersebut, tanpa melihat apa saja yang mereka lakukan untuk lebih menikmati hidup. Sekarang mungkin pesan di Tembok di Cina tersebut untuk Anda " Nikmati Hidupmu Belum Terlambat Seperti Perkiraanmu"
"Disebuah taman cina" adalah sebuah cerita tentang seorang pasien bernama Marguerite yang telah mengubah hidup Dr. Frederic Loomis, seorang ahli Obstetri dan Ginekologi di cina. Wanita muda tersebut telah kehilangan bayinya dan pada saat itu Dr. Loomis selalu bersamanya untuk memberi dukungan.
Setelah keluar dari rumah sakit, Marguerite menulis surat kepada Dr.loomis. Wanita tersebut ingat wajah Dr. loomis yang memancarkan kelelahan. Oleh karena itu ia ingin menyampaikan suatu pesan yang dia lihat di sebuah taman. Pesan tersebut sangat berarti baginya, dan ia berharap Dr. loomis dapat merasakannya juga. "Nikmati hidupmu, belum terlambat seperti perkiraanmu."
Dalam suratnya, wanita tersebut menganjurkan Dr, loomis untuk mengambil cuti besar selama tiga bulan dari rumah sakit. Lalu Dr. Loomis menunjukan surat tersebut kepada temannya yang seketika itu juga setuju untuk berlibur ke Afrika Selatan bersama-sama.
Di Afrika Selatan, mereka bertemu seorang yang terpandang dan bercerita tentang surat tersebut. Keesokan harinya, pria ini berkata kepada Dr. Loomis bahwa ia memutuskan untuk mengajak keluarganya berlibur dalam jangka waktu yang lama.
Ia berkata " Pesan ini terlahir karena seseorang pernah mengalami sesuatu hinga ia menuliskannya di sebuah taman di cina."
Bertahun-tahun kemudian, tanpa menghitung berapa orang yang telah menanggapi cerita Dr, loomis tersebut, tanpa melihat apa saja yang mereka lakukan untuk lebih menikmati hidup. Sekarang mungkin pesan di Tembok di Cina tersebut untuk Anda " Nikmati Hidupmu Belum Terlambat Seperti Perkiraanmu"
Senin, 11 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)